Kapita selekta PAI pai sebagai materi di madrasah dan sekolah umum

BAB II
Pai sebagai materi di madrasah dan sekolah umum

1.      Mengapa Pai di madrasah di rinci menjadi akidah akhlak,SKI, FIQIH, Bahasa arab, dan Quran hadits

Ruang Lingkup bahan ajar baik di madrasah maupun di sekolah umum pada dasarnya sama yaitu meliputi :
1.    Hubungan manusia dengan Allah SWT
2.    Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
3.    Hubungan manusia dengan sesama manusia
4.    Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan alam sekitar

Terdapat beberapa aspek pengajaran Pendidikan Agama Islam baik di madrasah maupun di sekolah umum, penjabarannya adalah sebagai berikut:
   Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah dibagi dalam 5 sub mata pelajaran, yaitu:
1.      Qur’an Hadits
2.      Akidah Akhlak
3.      Fiqih
4.      Sejarah dan Kebudayaan Islam
5.      .Bahasa Arab

 Kurikulum 
Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum meliputi 7 unsur  pokok, yaitu :
1.      Al Qur’an
2.      Keimanan
3.      Akhlak
4.      Ibadah
5.      Mu’amalah
6.      Syari’ah
7.      Tarikh

Madrasah merupakan salah satu sekolah yang mengedapankan ilmu-ilmu Islam
dan makanya banyak cabang cabang ilmu islam yang di pecah kan dari sekolah madrasah tersebut,
Pendekatan Pengajaran
Pengajaran Pai Di Madrasah:

a.    Qur’an Hadits; memiliki pendekatan aktivitas siswa dengan berbagai metode, antara lain:
1.    Drill
2.    Kerja Kelompok
3.    Tanya Jawab
4.    Diskusi
5.    Resitasi
6.    Ceramah, dsb

b.   Akidah Akhlak; memiliki 5 pendekatan, yaitu:
1.    Emosional
2.    Rasional
3.    Fungsional
4.    Keteladanan
5.    CBSA

c.    Fikihmempunyai pendakatan sebgai berikut:
1.    Rasional
2.    Emosional


d.   SKImemiliki pendekatan sebgai berikut:
1.    Emosional
2.    Azas Manfaat
3.    Rasional
4.    Keteladanan

e.   Bahasa Arab
Mata pelajaran Bahasa Arab menggunakan pendekatan Komunikatif dengan memakai electic method, yaitu perpaduan antara beberapa kelebihan dari berbagai metode seperti tanya jawab, dramatisasi, peragaan, penugasan, drill dan pengungkapan kembali isi wacana.


2.      Mengapa Pai Sekolah Umum Hanya Bernama Pai Saja

UU no.23 tahun 2006 tentang sisdiknas memang telah melagalisasi eksistensi madrasah di Indonesia. Namun adanya dikotomi pemerintah, dengan membagi dua kementrian yang berbeda, yakni adanya kementrian Depdiknas dan Kementrian Agama. Hal tersebut secara perlahan telah membuat garis pemisah antara madrasah dengan sekolah umum. Jika memang tujuan pendidikannya sama, mengapa harus ada dua kementrian yang berbeda? Untuk memaksimalkan fungsi madrasah atau untuk menghancurkan secara perlahan?. Disatu sisi, siswa di madrasah diharuskan bahkan wajib untuk mempelajari pelajaran-pelajaran umum. Sehingga mata pelajaran yang ada di madrasah jauh lebih banyak ketimbang disekolah umum. Tentu saja hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi siswa yang bersekolah di madrasah. Mereka harus menguasai pelajaran dibidang Agama, juga dibidang umum, dengan limit waktu belajar yang sama dengan sekolah umum. Disisi lain Sekolah umum dibawah kementrian Depdiknas, mencantumkan pelajaran-pelajaran umum dan sedikit sekali porsi untuk pelajarn agama. Bukankah tujuan pendidikan nasional ialah untuk membentuk generasi bangsa yang  berkarakter? Berkarakter berarti berakhlak, dan itu hanya akan dapat dicapai jika tidak hanya intelegence quitioent (IQ) yang dikedepankan, tapi sangat perlu seimbang dengan spiritual Quitioent (SQ). SQ akan didapat jika pelajaran agama menjadi prioritas dalam pendidikan

      Pengajaran PAI di Sekolah Umum

Memiliki 5 pendekatan, yaitu:
1.    Pengalaman
2.    Pembiasaan
3.    Emosional
4.    Rasional
5.    Fungsional


3.      Optimalkah Pembelajaran Pai Di Madrasah Di Sekolah Umum Dan Madrasah Mengapa ?

Sistem pendidikan Indonesia, memang mengedepankan cognititive-oriented, tidak seperti Jepang yang memprioritaskan values-oriented. Sehingga hasilnya, Indonesia memiliki banyak SDM cerdas yang tidak berakhlak. Tidak heran, jika korupsi menjadi budaya yang menjamur.

Lihatlah para koruptor di negeri ini, apakah mereka alumni dari madrasah??? Perlu dipertanyakan hal tersebut. Terus kemana para alumni Madrasah? Kalau diperhitungkan dunia pendidikan Indonesia lebih mengedepankan pendidikan Umum… apakah ada di televisi program cerdas cermat untuk pelajaran Fiqih? Akidah Akhlak? Qur’an Hadits? Sejarah Kebudayaan Islam?

4.      Mengapa Pai sering Mengalami pengulangan

Pengembangan pendidikan agama Islam pada sekolah mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) terutama pada standar isi, standar proses pembelajaran, standar pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan.
Pengembangan pendidikan agama Islam pada sekolah juga mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, bahwa pendidikan Islam dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk, pertama, pendidikan agama diselenggarakan dalam bentuk pendidikan agama Islam di satuan pendidikan pada semua jenjang dan jalur pendidikan. Kedua, pendidikan umum berciri Islam pada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada jalur formal dan non formal, serta informal. Ketiga, pendidikan keagamaan Islam pada berbagai satuan pendidikan diniyah dan pondok pesantren yang diselenggarakan pada jalur formal, dan non formal, serta informal.
Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam pada sekolah diarahkan pada peningkatan mutu dan relevansi pendidikan agama Islam pada sekolah dengan perkembangan kondisi lingkungan lokal, nasional, dan global, serta kebutuhan peserta didik. Kegiatan dalam rangka pengembangan kurikulum adalah pembinaan atas satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam tingkat satuan pendidikan.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah yang sedang berlangsung belum semuanya memenuhi harapan kita sebagai umat Islam mengingat kondisi dan kendala yang dihadapi, maka diperlukan pedoman dan pegangan dalam membina pendidikan agama Islam. Ini semua mengacu pada usaha strategis pada rencana strategis kebijakan umum Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam Departemen Agama yaitu peningkatan mutu khusus mengenai pendidikan agama Islam di sekolah, peningkatan mutu itu sendiri terkait dengan bagaimana kualitas hasil pembelajaran pendidikan agama Islam pada peserta didik yang mengikuti pendidikan di sekolah. Mutu itu sendiri sebetulnya sesuatu yang memenuhi harapan-harapan kita. Artinya kalau pendidikan itu bermutu hasilnya memenuhi harapan-harapan dan keinginan-keinginan kita. Kita bukan hanya sebagai pengelola, tetapi juga sebagai pelaksana bersama semua pemangku kepentingan (stakeholder) termasuk masyarakat, orang tua. Dalam kenyataan pendidikan agama Islam di sekolah masih banyak hal yang belum memenuhi harapan.
Misalnya kalau guru memberikan pendidikan agama Islam kepada peserta didik, maka tentu yang kita inginkan adalah peserta didik bukan hanya mengerti tetapi juga dapat melaksanakan praktek-praktek ajaran Islam baik yang bersifat pokok untuk dirinya maupun yang bersifat kemasyarakatan. Karena di dalam pendidikan agama Islam bukan hanya memperhatikan aspek kognitif saja, tetapi juga sikap dan keterampilan peserta didik.















BAB III
Penutup


KESIMPULAN
A.     Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah dibagi dalam 5 sub mata pelajaran, yaitu:
6.                        Qur’an Hadits
7.                  Akidah Akhlak
8.                  Fiqih
9.                  Sejarah dan Kebudayaan Islam
10.              .Bahasa Arab

b. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam pada sekolah diarahkan pada peningkatan mutu dan relevansi pendidikan agama Islam pada sekolah dengan perkembangan kondisi lingkungan lokal, nasional, dan global,


Comments

Popular posts from this blog

Cara mengobati terkena Ikan lepu dan sembilang serta ikan berbisa lainya

IKAN TOKAK

Pondok buruk Film mengharukan dan buat menangis